Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Visi Anak-anak Tentang Surga, Bagian 1 dari 2

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam beberapa dekade terakhir, banyak anak muda telah secara terbuka berbagi pengalaman mendalam mereka tentang mengunjungi Alam Surgawi, bertemu dengan Makhluk Ilahi, dan mengingat jiwa abadi mereka. Dalam seri dua bagian ini, kami akan menyoroti beberapa kesaksian luar biasa tersebut. Kita mulai dengan pengalaman mendekati kematian Annabel Beam, anak berusia sembilan tahun.

Sejak usia lima tahun, Annabel menderita gangguan pencernaan yang mengancam nyawa. Sakitnya begitu parah hingga ia seringkali tidak bisa bangun dari sofa. Namun, pada suatu sore di Desember 2011, kedua saudarinya, Abbie dan Adelynn, meyakinkannya untuk keluar bermain. Saat memanjat pohon kapas besar di halaman rumahnya, Annabel mencapai dahan yang tinggi di atas tanah. Tiba-tiba, dahan itu patah, dan dia jatuh 30 kaki (9,14 meter)dengan kepala terlebih dahulu ke dalam rongga batang pohon. Saat terjebak di dalam pohon, jiwa Annabel bepergian ke Surga.

Hal pertama yang saya perhatikan adalah tempat itu sangat terang. Dan kemudian, ketika saya menyadari bahwa saya berada di Surga, itu karena saya melihat Mimi (nenek) saya yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya, dan itulah cara saya menyadari, “Ya ampun, saya berada di Surga.” Saya sangat terpesona, seperti, “Wow, saya di Surga.” Dan Tuhan berkata kepada saya, “Annabel, pemadam kebakaran akan mengeluarkanmu. Dan ketika mereka melakukannya, kamu akan baik-baik saja.”

Annabel muda lalu duduk di pangkuan Tuhan Yesus Kristus (vegetarian), yang menyampaikan pesan mendalam tentang hidupnya.

Dan setiap kali aku berada di sana, aku berkata, “Yesus, bisakah aku tinggal di sini bersama-Mu di tempat yang tak ada lagi sakit?” Dia berkata, “Tidak, Annabel, Aku memiliki rencana untukmu di Bumi yang tidak dapat kau penuhi di Surga.”

Seperti yang dikatakan Tuhan, para pemadam kebakaran menyelamatkan Annabel tanpa luka serius. Kemudian, keajaiban lain terjadi. Ketika Tuhan berkata kepada Annabel bahwa “kamu akan baik-baik saja,” dia mengira itu hanya berarti dia akan selamat dari jatuh. Namun, yang dimaksud Tuhan Yang Maha Kuasa adalah bahwa Dia akan menyembuhkan penyakit ususnya yang parah. Setelah kecelakaan Annabel, orang tuanya mulai menghentikan semua obat-obatan yang dia konsumsi. Beberapa bulan kemudian, dia sembuh total.

Annabel, bagi orang yang katakan, gadis kecil ini, dia mengada-ada, dan pasti ada penjelasan ilmiah untuk jelaskan mengapa dia sekarang bebas dari penyakit-penyakit yang dulu sangat melemahkan, sekarang dia bebas gejala, berenang, dan bermain olahraga bersama saudarinya lagi. Bagi orang-orang skeptis, apa yang akan Anda katakan kepada mereka?

Saya akan berkata, Anda tak perlu percaya bahwa kisah kami benar, tetapi ini adalah kesempatan bagi Anda utk mendekatkan diri kepada Tuhan dalam hubungan Anda.

Untuk menginspirasi orang lain melalui pertemuan Ilahi Annabel, ibunya, Christy, menulis buku berjudul “Mukjizat dari Surga: Seorang Gadis Kecil dan Kisah Penyembuhannya yang Menakjubkan.”

Kemudian, pada tahun 2016, kisah hidup Annabel diangkat menjadi film besar berjudul “Mukjizat dari Surga.” Selanjutnya, kami berbagi pengalaman mendekati kematian seorang anak laki-laki yang terekam kamera! Saat sedang berseluncur di skatepark lokal, Kason Gray muda terjatuh dan lengannya patah. Ibunya segera melarikannya ke rumah sakit, dan dokter melakukan operasi darurat. Saat pulih, ibunya dan perawat duduk di sampingnya saat ia pulih dari anestesi. Tiba-tiba, ia mulai melihat pemandangan surga dengan mata terbuka dan melihat Tuhan Yesus Kristus (vegetarian), Allah Yang Mahakuasa, dan ayahnya yang telah meninggal setahun sebelumnya.

Kegembiraan Kason Gray melihat ayahnya yang telah meninggal di Surga benar-benar menggambarkan kebahagiaan yang akan kita rasakan saat kita berkumpul kembali dengan orang-orang terkasih yang telah mendahului kita ke Alam Lain.

Pada tahun 2003, saat berusia tiga tahun, Colton Burpo menderita apa yang dokter kira sebagai flu perut. Namun, setelah pemeriksaan medis, dokter menyadari bahwa ia kena radang usus buntu yang pecah dan membutuhkan operasi darurat untuk menyelamatkan nyawanya. Operasi Colton berhasil, dan dalam beberapa bulan berikutnya, dia menceritakan kepada keluarganya bahwa saat berada di meja operasi, dia pergi ke Surga dan mengalami perjumpaan menakjubkan dengan Tuhan Yesus Kristus (vegetarian), Tuhan, dan anggota keluarga yang telah meninggal.

Kamu bilang malaikat dan Yesus datang kepadamu dan membawamu ke Surga. Apakah mereka tiba-tiba muncul di ruang operasi?

Sebenarnya, Yesus muncul dulu dan Dia membantu menenangkanku, karena aku takut pada awalnya. Saya tidak yakin apa yang sedang terjadi. Kemudian Dia menyuruh para malaikat bernyanyi untukku, dan itu menenangkan aku.

Apa yang mereka nyanyikan?

Mereka menyanyikan “Yesus Cinta Aku” dan “Yosua Bertarung di Pertarungan Jeriko.” Itu adalah lagu-lagu favorit saya saat itu.

Setelah ditenangkan oleh malaikat-malaikat, Colton dibawa ke Surga. Dia menceritakan bagaimana dia dari atas melihat orang tuanya berdoa.

Ketika saya keluar dari rumah sakit, para malaikat, salah satunya, membawa saya terbang ke Surga. Tapi saya bisa melihat ke bawah, dan saya bisa melihat ayah dan ibu saya, dan mereka berada di ruangan terpisah dan sedang berbicara terpisah.

Dengan siapa?

Mereka berdua sedang berdoa kepada Tuhan, memastikan bahwa saya akan selamat dari operasi.

Kemudian, dikonfirmasi bahwa doa-doa yang dilihat Colton dari Surga memang benar-benar terjadi. Colton menggambarkan dirinya dibawa ke Ruang Takhta Tuhan dan melihat mata yang megah dari Tuhan Yesus selama pengalamannya mendekati kematian.

Ya, Tuhan, Dia hanya ada di sana. Dia adalah Sosok yang memancarkan Cinta, dan meskipun Dia begitu besar, Anda tidak takut pada-Nya karena Dia sangat mencintai Anda. Dan apa yang Dia lakukan adalah Dia membantu menjadikan Surga tempat yang bahagia. Sebagian besar waktu saya di Surga, saya bersama Yesus. Mata-Nya – mereka berbeda dari mata mana pun yang pernah kulihat. Mereka berkilauan. Sangat sulit menggambarkannya, karena tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan betapa indahnya mata-Nya.

Ajaibnya, di alam baka, Colton juga bertemu dengan saudara perempuannya yang telah meninggal untuk pertama kalinya. Dia meninggal sebelum lahir akibat keguguran yang dialami ibunya, Sonja.

Nah, dia sebenarnya bertemu saya di Gerbang Surga. Dia berlari dan memeluk saya. Awalnya, saya berpikir, “Siapa kamu?” Lalu dia memberitahu siapa dia.

Sonya, biarkan aku bertanya: siapa saudara perempuan ini? Antara Cassie dan Colton kami mengalami keguguran bayi. Kami tidak tahu itu adalah seorang putri. Kami belum beritahu anak-anak, karena bagaimana cara memberitahu seseorang bahwa Anda mengalami keguguran? Maka ketika dia memberitahu kami bahwa dia memiliki dua saudari, ini memberikan kami penyembuhan yang begitu besar. Kami pikir kami sudah melupakan hal itu, tapi rasa sakit itu masih ada, dan ini memberikan penyembuhan, dan dia baik-baik saja, dia adalah seorang perempuan.

Setelah pengalamannya mendekati kematian (NDE), Colton Burpo muda membagikan kesaksiannya tentang Surga melalui pidato dan menyanyikan lagu pujian di seluruh Amerika Serikat.

Dia sungguh, sungguh mencintaimu. Dia ingin kamu tahu. Dia sungguh, sungguh mencintaimu. Dia ingin kamu tahu.

Pada tahun 2010, ayah Colton, Pendeta Todd Burpo, menerbitkan buku “Surga itu Nyata: Kisah Menakjubkan Perjalanan Seorang Bocah ke Surga dan Kembali,” yang telah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa dan menjadi penjualan terbaik nomor satu di New York Times. Kemudian, pada tahun 2014, “Surga itu Nyata” dirilis sebagai film layar lebar. Kini, lebih dari dua dekade setelah pengalamannya di alam baka, Colton Burpo menjadi pemimpin pujian yang mengabdikan hidupnya untuk mendekatkan orang-orang kepada Allah Yang Mahakuasa dan Tuhan Yesus Kristus (vegetarian).

Pengalaman saya di Surga, ada dua percakapan dengan Yesus yang masih saya ingat hingga saat ini. Salah satunya adalah Yesus mengajar saya, “Colton, inilah cara kamu masuk ke Surga. Jika kamu mencintai Aku dan mengikuti Aku. Keselamatan ada di sana; terserah kita untuk memilih apakah ingin menggenggam tangan-Nya atau tidak.

Betapa indahnya pelajaran rohani ini bagi kita semua! Kami mengucapkan terima kasih kepada para penyintas pengalaman mendekati kematian, Annabel Beam, Kason Gray, dan Colton Burpo, atas kesaksian mereka tentang Alam Surgawi, yang mengingatkan kita bahwa jiwa kita abadi dan Surga adalah rumah sejati kita.
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Serial Multi-Bagian Prediksi Kuno tentang Planet Kita
2026-02-08
378 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-02-08
542 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-02-07
916 Tampilan
40:42
Berita Patut Disimak
2026-02-06
215 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-02-06
651 Tampilan
Dunia Sekitar Kita
2026-02-06
214 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh