Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, para pembicara membahas kesadaran spiritual dan media sebagai sarana mewujudkan perubahan global yang positif. (Dr. Gabriel Cousens, apakah Anda memiliki pertanyaan untuk Maha Guru?) (Ya, sebenarnya ada.) Kami memahami bahwa veganisme jelas adalah perubahan gaya hidup besar. Perubahan gaya hidup dan kesadaran apa lagi yang akan Anda rekomendasikan – satu hal lain yang menurut Anda paling penting untuk menjadikan perubahan itu sebagai bagian dari budaya kehidupan? Master: Terima kasih, Dr. Cousens. Seperti yg Anda ketahui, veganisme hanya satu aspek dari hidup kami. Selanjutnya, bersamaan dengan veganisme, kita juga harus mengembangkan praktik spiritual. Lalu karena semakin kita menggali ke dalam Diri agung kita, semakin banyak pengetahuan kita dapat, semakin banyak kebijaksanaan kita peroleh. Lalu, tidak ada seorang pun yg perlu memberi tahu kita apa pun. Kita akan melangkah ke arah yang benar dalam hidup. Dan kemudian, begitu kita bergerak ke arah yang benar, semuanya yang lain akan berjalan dengan baik. Jadi kehidupan spiritual sangat penting, tetapi saya rasa itu mungkin fase selanjutnya setelah veganisme. Pertama, orang harus membuka hati mereka untuk mengasihi semua makhluk, artinya meninggalkan kebiasaan makan daging (insan-hewan) dan kembali ke jalan hidup yang mulia, yaitu diet vegan. Kemudian setelah itu, hati mereka akan semakin terbuka, dan selanjutnya kita mungkin dapat menyarankan perkembangan spiritual yang lebih lanjut. Sekalipun mereka tidak menginginkan pengembangan spiritual khusus, setelah jadi vegan beberapa lama, mereka juga akan menjadi lebih tinggi secara spiritual dan mungkin mereka ingin mencari pemahaman lebih lanjut tentang subjek ini dan mendalami pencerahan. Itulah yang saya harapkan dan itulah yang saya pikirkan. (Kami sangat senang sekali telah Bersama kita hari ini, John Raatz, promotor film legendaris dan pendiri Visioneering Group dan Global Alliance untuk Transformational Entertainment.) (Ceritakan kami bagaimana Anda membentuk dunia, John, dalam hal bagaimana Anda gunakan media untuk mencoba sampaikan pesan perdamaian dan kasih sayang?) Jane: Terima kasih. Baiklah, pertama-tama, saya ucapkan terima kasih kepada semua orang yang hadir hari ini dan saya merasa sangat terhormat berada di hadapan kesadaran dan kehadiran yang luar biasa ini. Dan ini adalah masa yang menarik, karena sifat media sedang berubah. Masyarakat adalah media saat ini. Dan kita tidak lagi hanya bergantung pada televisi, radio, surat kabar, dan sejenisnya untuk peroleh informasi, tetapi yang terpenting, kita saling bergantung satu sama lain. Istilah teknisnya adalah “pemasaran dari mulut ke mulut”. Dan itu adalah yang terbaik, tetapi juga yang paling sulit dicapai, dan saya pikir itulah yang telah disinggung orang-orang hari ini. Bagaimana kita mewujudkan banyak ide yang telah kita bicarakan hari ini? Dan pada tahun 1991, perusahaanku dapat kehormatan mengerjakan sebuah film berjudul ‘Mindwalk”, yang mungkin sebagian dari Anda telah kenal. Ya, ini sebuah film yang bagus. Dan Mindwalk disebut sebagai versi eko-spiritual dari My Dinner with Andre. Dan ini mengeksplorasi semacam “pandangan sistem” terhadap dunia. Dan ketika saya memikirkan presentasi hari ini, saya mengeluarkan naskahnya, karena saya teringat sebuah kalimat dari film itu, dan kalimatnya adalah, "Menyembuhkan Alam semesta adalah pekerjaan dari dalam diri." Dan saya mengubahnya menjadi, "Memulihkan lingkungan adalah pekerjaan dari dalam diri." Karena bagi saya, gagasan itu mengungkapkan sebuah hubungan antara keadaan batin atau kesadaran kita dengan transformasi, tanggung jawab pribadi, dan tindakan di dunia luar. Dan saya melihat media sebagai penghubung yang dapat hubungkan keduanya dan bisa memfasilitasi ini. Jadi, kami telah terlibat dalam pemasaran sejumlah film seperti What the Bleep Do We Know? Peaceful Warrior, dan The 11 Hour, serta film terakhir Francis Ford Coppola, Youth Without Youth, yang benar-benar merupakan karya yang luar biasa. Dan kami telah memperhatikan selama beberapa tahun terakhir, bahwa ada minat yang sangat besar pada media "transformasional". Dan saya gunakan istilah “media” dalam arti kata yang paling luas dan mendalam. Jadi, kami perlahan-lahan bekerja di dalam Hollywood utk mencoba membantu Hollywood memahami bahwa sebenarnya ada penonton untuk film dan program televisi khususnya. Saat film “What the Bleep” pertama kali dipublikasikan, setiap distributor di Hollywood mengatakan, “Tidak, tidak ada pasar untuk film ini.” “Tak ada yg mau bayar $5 utk itu.” Dan posisi kami adalah, "Meskipun Anda tidak mengenal audiens kami, bukan berarti kami tidak ada." Dan mereka berkata, “Buktikan.” Jadi, kami melakukannya. Dan setelah hasilkan beberapa juta dolar dari penjualan tiket, tentu saja para distributor datang mengetuk pintu dan berkata, “Baik, kami dapat bekerja dgn Anda kini. Akhirnya kami bekerja sama dengan distributor, dan menurutku salah satu alasannya adalah karena itu penting untuk membangun jembatan dengan media baik itu distributor atau perusahaan televisi atau apa pun. Kita harus mulai membawa kesadaran, kepekaan kita tentang hal ini ke arus utama. Banyak orang tidak menyadarinya, tetapi media beroperasi berdasarkan seperangkat nilai. Dan salah satu nilai tersebut dicirikan oleh ungkapan, “Jika berdarah, itu berita utama." Negativitas adalah salah satu nilai media teratas, begitu pula selebriti – kita hidup dlm budaya berorientasi pada selebriti. Dan inilah jenis nilai-nilai yang dipromosikan oleh media, dan kita semua perlu bekerja untuk menumbuhkan dan memfasilitasi seperangkat nilai media yang baru. Ada sebuah ungkapan indah, "Hanya benih baru yang akan menghasilkan panen baru." Dan jika kita ingin media mulai mengekspresikan ide-ide baru, visi-visi baru, model-model baru, maka kitalah yang harus membawa hal-hal tersebut kepada mereka. Ketika saya memulai 20 tahun lalu, mengetuk pintu media, dan saya akan sampaikan ide-ide seperti meditasi, yoga, vegetarianisme, dan lingkungan. Saya cukup yakin mereka mengira saya berasal dari planet lain, seperti banyak orang kira saat ini. Namun, setelah 20 tahun, kami terus mengetuk pintu, dan sedikit demi sedikit, media pun berubah. Hal ini memunculkan kesadaran bahwa kita perlu sebuah organisasi, yang telah kita mulai bernama “GATE,” yang merupakan singkatan dari Global Alliance for Transformational Entertainment. Dan gagasan di balik organisasi ini adalah untuk menyatukan orang-orang yang sadar di dalam bisnis hiburan baik dari sisi kreatif maupun bisnis. Orang-orang yang memahami kesadaran, yg memahami transformasi – dan mengundang mereka ke forum ini untuk belajar, berbicara, berbagi ide sumber daya, proyek, uang, dan sebagainya – untuk membantu mempermudah lahirnya proyek-proyek semacam ini dalam konteks bisnis hiburan arus utama. Jadi, rencana kami sekarang adalah adakan pertemuan perdana GATE pada musim gugur. Dan judul presentasinya adalah “Mengubah Dunia dengan Mengubah Media dan Hiburan.” Yang kami ingin semua lakukan adl berkumpul dan mulai membicarakan nilai-nilai media, kebutuhan akan nilai-nilai media yang baru. Dan saya juga ingin sebutkan, pada suatu waktu saya berbicara dengan Fritjof Capra, [penulis] The Tao of Physics, The Turning Point, dan dia menyebutkan sesuatu dalam beberapa korespondensi yang menurut saya sangat penting. “Bayangkan jika, alih-alih hanya atau terutama gunakan pola pikir rasional, analitis, reduksionis, linier untuk menciptakan berita, bagaimana jika kita menggunakan pola pikir intuitif, holistik, non-linier, dan sintesis.” Ada begitu banyak proyek di dunia saat ini, di seluruh dunia. Dan saat saya berkeliling membuka pemutaran film, dan saya bekerja dgn Eckhart Tolle, dan melihat respons terhadap siaran web Eckhart Tolle – Oprah, 20 juta orang. Dari pengamatan saya terhadap hal ini, jelas dan nyata bahwa tingkat kesadaran telah meningkat cukup signifikan, bahwa kita ingin lebih dari yg telah diberi Hollywood dan media berita korporat kepada kita hingga saat ini. Jadi, keadaan sedang berubah. Saya merasa sangat optimis. Dan saya ingin… karena kalian semua sudah sangat sabar hari ini dan saya yakin kita bisa habiskan dua minggu ke depan utk membahas berbagai isu ini. Namun saya ingin meminta Anda untuk memikirkan hal ini: untuk mendengarkan media di dalam diri. Sumber kebijaksanaan yang vital adalah media yang ada di dlm kita mimpi, refleksi, imajinasi, pengalaman, wahyu, penalaran, wawasan, emosi, intuisi, dan inspirasi. Dan meskipun kita mungkin ambil data dari dunia luar, proses internal kitalah yang memberikan nilai pada data tersebut. Jadi, di era informasi yang penuh dengan kebisingan ini, jangan abaikan sumber informasi terkaya era mana pun – dan itu adalah kita, kita masing2 yang berada di media. Jadi, terima kasih. (Sangat bagus... diilhami secara ilahi.) Terima kasih. Ya, memang benar. (Maha Guru Ching Hai, apakah Anda ingin memberikan pendapat mengenai isu media transformasional?) Master: Saya rasa dia benar. Ini sangat bagus, Tuan John Raatz – ide yang sangat bagus, arah yang sangat positif. Sangat menginspirasi mendengarmu. Apa yang dia katakan itu benar. Saat ini, kita punya internet, kita punya email. Jadi, saya rasa dia benar – kita dapat menjadi media sendiri seperti yang kita inginkan. Jadi ini ide yang sangat bagus, ide yang sangat bagus. Jadi, kita semua sekarang bisa menjadi jurnalis. Dalam sistem CNN, mereka juga memiliki iReport, dan orang-orang yang menonton televisi, mereka melaporkannya sendiri. Jadi mengapa tidak? Itulah mengapa saya katakan kita semua harus berusaha keras, mencetak semua informasi yang kita dapatkan tentang urgensi planet ini dan solusi untuk menyelamatkannya. Kami mengerjakan tugas media. Bagus sekali, Tuan John. Tuan John, teruskanlah lakukan itu. Terima kasih banyak. Omong2, apakah Anda vegetarian? (Ya.) (Bagus!) Wow, sudah kuduga! Bagus sekali. Mengapa saya bertanya: karena Anda begitu tercerahkan. Dan cara bicaramu sangat spiritual dan penuh kesadaran, jadi saya pikir kamu pasti sudah menjadi vegetarian untuk beberapa lama sebelum ini. Terima kasih banyak karena telah buktikan ucapanmu dgn tindakan. Mereka orang2 yang cantik hari ini, bukankah? (Ya.) Kamu mengumpulkan semua orang-orang cantik. Sangat senang mengenal mereka. Terima kasih, Jane. Itu pasti daya tarikmu. Kamu seperti magnet. (Terima kasih banyak, Maha Guru.) Photo Caption: “Benih-benih Kecil Kuno Akan Menjadi Pohon-Pohon Pelindung Raksasa bagi Generasi Mendatang.”











