Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam berita hari ini, Inggris Raya dan Arab Saudi mendukung pengungsi Rohingya dan komunitas tuan rumah di Bangladesh. Studi Inggris memperingatkan bahwa sistem arus di Samudra Atlantik mungkin mendekati titik kritis yang berpotensi runtuh; perusahaan teknologi Korea Selatan mengembangkan jam tangan pintar untuk mendeteksi tanda-tanda pingsan sejak dini; para pakar memanfaatkan kecerdasan buatan di Uni Emirat Arab untuk era baru prakiraan cuaca; para pelancong yang terjebak diselamatkan dengan helikopter dari sungai yang banjir di Australia; merek makanan vegan asal Eropa untuk kucing peliharaan memenangkan penghargaan dari organisasi hak-hak insan-hewan; dan insan-burung umum muncul sebagai penyerbuk tak terduga di Inggris Raya. Hari ini saya ingin berbagi tip praktis dengan Anda. Jika Anda mencari pilihan yang lebih berkelanjutan daripada pot pembibitan plastik tradisional, pot bambu layak dipertimbangkan. Meskipun penampilan dan daya tahannya sangat mirip dengan plastik, banyak pot bambu dibuat terutama dari bahan-bahan terbarukan, seperti serat atau bubur bambu yang dikombinasikan dengan tepung jagung, jerami gandum, sekam padi, batang jagung, atau resin nabati. Pot ini tersedia dalam berbagai warna, ukuran, dan gaya untuk berkebun di dalam maupun di luar ruangan, dan dapat bertahan hingga lima tahun. Berbeda dengan pot plastik berbahan dasar minyak bumi, pot bambu dapat terurai secara alami. Ketika mencapai akhir masa pakainya, pot ini sering kali dapat dihancurkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan ditambahkan ke tumpukan kompos, dan akan terurai dalam waktu sekitar satu tahun. Keunggulan lain dari banyak pot bambu adalah desainnya yang berpori, yang meningkatkan aliran udara di sekitar akar dan membantu mengurangi kelembapan berlebih dibandingkan dengan wadah plastik tradisional. Memilih pot bambu yang benar-benar dapat terurai secara alami akan bantu mengurangi limbah plastik sekaligus menyediakan tempat yang menarik dan praktis untuk tanaman Anda.











