Guru Mengorbankan Dirinya untuk Menjaga Taiwan (Formosa) 09:30 pagi, 3 Agustus 2022 Sujud kepada Yang Terhormat Maha Guru Ching Hai, Peduli dan prihatin dengan situasi di seberang Selat Taiwan (Formosa), pada tanggal 2 Agustus, Maha Guru Ching Hai mengirim pesan satu demi satu untuk menginstruksikan kami, murid-murid Beliau, untuk rajin berdoa dan bermeditasi untuk melindungi perdamaian di Selat Taiwan (Formosa). Selama meditasi saya pada pagi hari tanggal 3 Agustus, saya naik ke angkasa dan melihat dari penglihatan batin bahwa dari cakrawala jauh, muncul dua lingkaran cahaya fajar yang berwarna-warni, saling tumpang tindih, begitu lembut dan indah, dan mengandung energi perdamaian. Tubuh manifestasi Cahaya Guru muncul dalam bentuk Ibu yang baik dan cantik, dengan penuh kasih memegang tutup kaca bulat besar untuk melindungi seluruh Taiwan (Formosa). Setelah itu, Guru tampak sangat lemah. Melihat lebih dekat, saya melihat bahwa seluruh tubuh Guru terluka dan tertusuk oleh misil-misil, dengan hampir seribu lubang peluru, dalam kekacauan berdarah. Di dunia Asura yang tidak terlihat, Guru mengorbankan tubuh Beliau untuk memblokir misil-misil ini untuk melindungi murid-murid-Nya dan orang-orang di Taiwan (Formosa) dan menjaga agar mereka tidak terluka. Semua perang pecah pertama-tama di dunia Asura kemudian terwujud di dunia fisik. Mencegah terjadinya perang harus dilakukan di dunia Asura, atau akan lebih sulit untuk dihadapi ketika perang pecah di dunia fisik. Darah Ilahi menetes dari tubuh Guru, setetes demi setetes. Seluruh perisai pelindung diwarnai merah cerah. Tubuh Guru ambruk ke tanah. Saya ingin mendekati dan membantu Guru, tetapi tidak diizinkan. Tidak mungkin saya bisa mencapai tubuh Guru. Guru dengan lemah mengangkat dan melambaikan tangannya, mengisyaratkan kepada saya untuk tidak ikut serta. Semua makhluk surgawi dengan sedih datang untuk menaburkan bunga di tubuh Guru sebagai tanda belasungkawa, karena Guru telah mengorbankan tubuhnya berkali-kali demi keselamatan Bumi dan Taiwan (Formosa). Meskipun makhluk hidup tidak dapat melihatnya, hal-hal ini tampak sangat jelas di Surga. Pada saat itu, saya melihat ke bawah dari luar angkasa, dan melihat tiga wanita tiba-tiba membubung dari tubuh manifestasi Cahaya Guru! Salah satunya adalah Hua Mulan, seorang pejuang wanita legendaris Tiongkok yang bergabung dengan tentara menggantikan ayahnya, dua lainnya adalah Trưng Trắc dan Trưng Nhị, dua jendral bersaudara yang membela bangsa dan rakyat mereka di Âu Lạc (Vietnam) kuno. Ketiganya adalah inkarnasi Guru dalam kehidupan Beliau sebelumnya. Ketiganya saling terpisah, naik tinggi ke langit dan menyatu menjadi Jenderal Keadilan wanita raksasa dan perkasa, mengenakan helm berat dan baju besi masa lalu. Jubah merah di belakang bahunya berkibar di udara, sembari Beliau memegang pedang perak besar untuk menjaga keharmonisan melintasi Selat Taiwan (Formosa), dan mencegah iblis memicu permusuhan di antara orang-orang di kedua sisi Selat. Wajah Jenderal wanita itu basah oleh air mata kesedihan karena kebebalan para makhluk di Bumi. Air mata itu menetes di perisai pelindung yang telah dibuat Guru untuk Taiwan (Formosa), bercampur dengan darah Ilahi Guru menjadi gumpalan yang kabur. Semua ini melambangkan Guru yang menggunakan “darah dan air mata” Beliau sendiri untuk menjaga kedamaian Selat Taiwan (Formosa) dengan sekuat tenaga! Perang berasal dari karma membunuh dan memakan insan-hewan. Jika kita menginginkan kedamaian, kita harus beralih ke pola makan vegan sepenuhnya untuk mencegah pembalasan karma pembunuhan kembali kepada kita. Jika orang tidak mengubah kebiasaan makan daging dan perilaku kekerasan yang mereka warisi, tetapi hanya mengandalkan pengorbanan tak berujung Maha Guru Ching Hai untuk menyelamatkan mereka dari perang dan bencana, itu adalah penghujatan terhadap Rahmat Tuhan. Mereka akan ditinggalkan oleh Alam Semesta dan tidak akan diampuni oleh neraka. Menabur benih belas kasih, dan anda pasti akan menuai buah perdamaian. Dengan hormat saya mempersembahkan penglihatan batin saya di atas kepada Guru Agung saya – Maha Guru Ching Hai! Bersujud dengan rasa syukur yang tak ada habisnya, Murid Anda, Sheng-Tsan dari Taiwan (Formosa) Dll...
Untuk Âu Lạc (Vietnam), saya juga telah berkorban sepenuhnya untuk##melindungi negara itu, meski saya tak bisa menunjukkannya kepada kalian.Saya ingin berbagi penglihatan batin yang saya alami selagi menunggu inisiasi. Meskipun saya hanya berlatih meditasi duduk, tubuh astral saya terbang keluar dan bertemu dengan Bodhisatwa Quan Yin, yang muncul dalam kerudung putih panjang dan lembut, lalu menggenggam tangan saya untuk terbang ke atas. Kemudian, saya melihat Guru dalam video, yang tampak persis seperti yang saya lihat dalam penglihatan batin itu. Setelah inisiasi, saat berlatih meditasi Quan Yin, saya kembali melihat manifestasi Guru yang bercahaya — megah dan luas — memenuhi seluruh langit malam di atas Âu Lạc (Vietnam), berpakaian dalam wujud lain dari Bodhisatwa Quan Yin. Pada kesempatan lain, saya melihat Guru mengenakan áo dài tradisional Âu Lạc (Vietnam) berwarna putih, memakai liontin upacara yang berkilauan, bersama dengan Tuhan Yesus di Surga tinggi, menyatu sebagai Satu Kekuatan Bersatu. Saya sangat bersyukur kepada Guru karena selalu dengan penuh kasih merawat dan mewujudkan diri##dalam berbagai bentuk di Âu Lạc (Vietnam) untuk secara diam-diam mengangkat seluruh bangsa. Baru-baru ini, tujuh badai beruntun — nomor 9, 10, 11, 12, 13, 14, dan 15 — diperkirakan akan menerjang Âu Lạc (Vietnam) secara langsung, dengan angin dahsyat yang mampu menghancurkan negara tersebut. Saya sungguh merasa bahwa 100% Kekuatan Tiga Mahakuasa ikut campur dengan cara yang sangat halus, terlihat maupun tidak terlihat, untuk memperlambat ketujuh badai tersebut sehingga secara tak terduga melemah menjadi depresi tropis saat mencapai daratan di Âu Lạc (Vietnam). Hanya tersisa efek pinggiran, sehingga korban jiwa menjadi minimal. Karena Âu Lạc (Vietnam) jarang menghadapi bencana alam, masyarakat memiliki kemampuan minim untuk mengatasinya jika bahkan satu badai dahsyat menerjang secara langsung. Dll…
Namun tetap saja, ada satu guru palsu, Tr. T. Ruma, yang menipu dan##memakai tipu daya serta ancaman untuk memaksa orang-orang rentan##melakukan apa yang dia inginkan,##dengan cara sangat kejam dan amoral! Dia datang dan pergi ke Âu Lạc (Vietnam), menyebabkan banyak bencana di sana dan memicu ancaman perang dengan negara-negara tetangga.Ruma Trần Tâm adalah penipu terang-terangan yang menggunakan agama untuk merugikan orang lain. Kita harus mengutuk dan memboikotnya untuk menyelamatkan banyak orang yang tersesat. Dia membuat patungnya sendiri dan menjualnya seharga USD5.000 atau sekitar 120 juta VND, dan melarang para pengikutnya menyembah Buddha, Tuhan (Yesus), atau nenek moyang mereka. Dia benar-benar iblis dalam wujud manusia. Dia bahkan menjual sebuah mangkuk sedekah seharga USD2.500, sekitar 60 juta VND. Dia mengambil keuntungan sampai-sampai dia menjual selimut hangat kepada para meditator yang mengikutinya seharga 30 juta VND (USD1.190), yang disebut Ruma sebagai “selimut pelebur karma”. Dia membujuk orang-orang dengan penuh tipu daya menyatakan bahwa membeli segala hal yang dia jual dapat melenyapkan karma, tak peduli seberapa berat karma itu. Apakah anda melihat kontradiksi dalam perkataannya sendiri, ketika dia sendiri mengatakan bahwa dia memiliki kekuatan untuk melenyapkan semua karma bagi semua makhluk hidup. Tapi lalu dia menipu orang-orang dengan menjual banyak barang dengan harga sangat mahal, dan mereka harus membeli barang-barang ini untuk menghapus semua karma mereka. Sayangnya, ini sangat tak masuk akal dan delusional. Tapi kenapa begitu banyak orang yang tidak tahu apa-apa dan rentan telah tertipu olehnya? Mereka tidak hanya kehilangan uang mereka, tetapi rumah mereka juga hancur dan jiwa mereka tersesat. Tolong sadarlah! Saya dulunya pengikut Trần Tâm. Saya terlibat langsung dalam urusan internal seperti biaya hidup, makanan, dan belanja. Oleh karena itu, saya tahu segalanya tentang kepribadian dan gaya hidupnya. Lambat laun saya sadari bahwa banyak tindakannya yang tidak benar, seperti mengambil uang dari para meditator, beberapa di antaranya bahkan harus menjual rumah mereka untuk ##memberikan persembahan karena takut akan kutukannya. Ada beberapa meditator pria yang keluar dan melaporkannya karena dia melakukan pelecehan seksual terhadap mereka selama partisipasi mereka dalam kelompok tersebut. Banyak orang dilecehkan dengan cara ini. Dia bahkan menulis surat yang berisi ancaman dan kutukan bahwa seluruh keluarga mereka akan sakit atau mati jika mereka tidak kembali. Tangan kanannya, yang menyebut diri mereka sebagai pelindung dharma dan biksu, dengan bebas mengumpulkan uang dari para meditator untuknya dan bahkan memasukkannya ke dalam saku mereka sendiri. Selama retret, makanan dijual dengan harga selangit, bahkan 20 kali lipat lebih tinggi dari harga sebenarnya, karena dia mengklaim bahwa makanan tersebut memiliki kekuatan berkah. Sebagai contoh, dia menjual satu (buah) sawo yang dia tanam sendiri seharga USD100, sebuah panekuk seharga 500.000 VND ##(Dong Vietnam ~ USD20), sepiring nasi seharga 1 juta VND (USD40), dan banyak barang serupa lainnya yang harganya terlalu mahal. Dll... Daftar nama asli dan nama samaran Trần Tâm (Ruma): Tom Van Tran (Nama lahir) John Saint (Nama resmi saat ini dan yang tercantum di paspor AS-nya) Guruji Sagarrumagarmatha (Nama yang kini lebih dia sukai) Trần Tâm Trần Văn Tâm Trần Văn Út Huỳnh Long Trần Út Huỳnh Long Tâm Trần Tom Trần / Tom Tran Master Tran Tam Trấn Yăn Tom Tran Yen Tom Cậu Út Ruma Master Ruma Ruma John Saint Master RUMA John Saint Minh Sư Ruma Minh Sư Trần Tâm Guruji Ruma Om Ruma Sagarrumagarmatha Peringatan tambahan: Bùi Tấn Kiệt adalah guru palsu lainnya dan pengikut Trần Tâm. Kami meyakini bahwa Trần Tâm telah menginstruksikan Bùi Tấn Kiệt untuk mendirikan kelompok spiritualnya sendiri di Âu Lạc (Vietnam) untuk meyakinkan penganut Hòa Hảo di sana untuk mengikuti Trần Tâm. Bùi Tấn Kiệt memberi tahu mereka bahwa Trần Tâm adalah reinkarnasi dari pendiri Hòa Hảo, Yang Terhormat Guru Tercerahkan Huỳnh Phú Sổ (vegan), dan itu adalah kebohongan. Bùi Tấn Kiệt juga memberi tahu publik bahwa Trần Tâm adalah ‘Kaisar Giok’, sebuah fakta yang tidak benar lainnya, untuk lebih meningkatkan daya tarik Trần Tâm di kalangan komunitas spiritual nasional. Terakhir, Bùi Tấn Kiệt berdusta menyatakan dirinya sebagai ‘Maitreya Vietnam’.
Meskipun demikian, saya telah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan negara itu dari perang karena bagaimanapun juga, itu adalah negara saya, negara kelahiran saya. Dan saya tumbuh besar dengan nasi, buah-buahan, dan sayuran mereka. Saya berjalan, saya memakai jalan-jalan mereka, tanah mereka untuk rumah saya, perjalanan saya, meskipun saat itu sedang perang, setiap jalan memiliki bom yang terkubur di bawahnya. Inilah tiga negara yang sangat dekat di hati saya. Dan saya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu. Namun bayangkan, Amerika-lah yang memberi saya semua penghargaan yang bisa anda dapatkan di dunia. Meski saya belum berbuat banyak untuk Amerika, kecuali memberikan bantuan bencana, ini dan itu, seperti itu. Namun entah bagaimana, kami memiliki afinitas yang baik dengan warga Amerika. Jadi, saya juga berusaha sebaik mungkin untuk melindungi Amerika. Anda hanya perlu melakukannya di tempat di mana anda memiliki afinitas yang paling besar. Dan untuk bagian dunia lainnya, saya harus membagikan pahala. Tidak secara pribadi, tetapi saya tetap melakukannya di mana ##pun diperlukan. Saya senang banyak negara memiliki kedamaian, sehingga saya tidak perlu bekerja lebih keras lagi. Namun, dunia kita masih terancam setiap saat seolah-olah perang akan segera meletus, seakan perang sudah di ambang pintu, di sana, di sini, karena Raja Perang. Sebagian orang menyebutnya Dewa Perang. Tapi Dewa macam apa itu? Hanya terus melangkah di jalan darah dan air mata untuk menyakiti makhluk tak bersalah mana pun yang mereka bisa. Yang tak berdaya, yang tak punya senjata api, tak punya pisau di tangan untuk melindungi keluarga, anak-anak, dan orang tua mereka. Dewa macam apa itu? Bahkan dewa kecil mereka tidak layak disebut dewa, bahkan tidak layak disebut Raja. Jadi, saya hanya menyebutnya pemimpin perang. Photo Caption: “Musim Gugur di Alam Liar, Membuat Anda Jatuh Cinta!”










